Kisah Sop Sapi, Sambal Teri Ala Medan, dan Limoncello di Via Campania

Kisah Sop Sapi, Sambal Teri Ala Medan, dan Limoncello di Via Campania

Dubes RI untuk Italia, Junimart Girsang foto bersama rombongan PWKI di depan lukisan berusia 600 tahun yang berkisah tentang manusia di bawah pandangan Sang Pemelihara Kehidupan.-Makansedap.id-PWKI

JAKARTA, Makansedap.id - Suhu udara Roma yang mencapai 4 derajat Celsius menyambut rombongan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) saat tiba di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Italia di Via Campania 53–55, Roma

Setibanya di lokasi, Rabu, 26 November 2025, rombongan langsung diterima tim Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, sebelum diarahkan menuju ruang makan yang mewah untuk menikmati hidangan khas Indonesia.

Menu utama berupa sop sapi khas Indonesia disajikan untuk menghangatkan tubuh para tamu. Hidangan tersebut menjadi pengusir dingin yang efektif setelah perjalanan di tengah suhu dingin Roma. 

“Makan yang banyak. Ini ada sambal teri ala Medan. Sangat cocok menjadi teman sop,” ujar Dubes Junimart Girsang yang menyambut tamu dengan logat Batak yang khas.

BACA JUGA:Dagang Sejak 1960, Soto Mie Bogor Bang Pii Masih Jadi Primadona di Tengah Persaingan Bisnis Kuliner

Selain kehangatan dari Sop Sapi, para tamu juga diperkenalkan pada sambal teri ala Medan, yang menjadi pelengkap hidangan dan menambah cita rasa Nusantara dalam jamuan resmi tersebut. 

Sop buntut dan sambal teri ala Medan dinilai mencerminkan kekayaan kuliner Indonesia yang dibawa ke meja diplomasi.

Dalam keterangan resmi yang dibaca Makansedap.id, Kamis, 11 Desember 2025, Dubes Junimart membagikan sejumlah kisah, termasuk pengalamannya pertama kali tiba di Roma pada Juni 2025 dan perannya memperkenalkan wajah Indonesia melalui diplomasi kuliner. 

Ruang makan megah KBRI yang digunakan dipercaya memiliki sejarah panjang, termasuk keterkaitan dengan masa kepemimpinan Mussolini.

BACA JUGA:Jelang Natal dan Tahun Baru, Makan Malam Istimewa di Thara Kitchen and Bar

Sebagai bagian dari pengalaman budaya, para tamu juga disuguhi Limoncello, minuman tradisional Italia Selatan berbahan kulit lemon, alkohol, air, dan gula. Penyajian Limoncello menjadi simbol perpaduan dua budaya kuliner antara Indonesia dan Italia dalam satu jamuan.

Jamuan hangat dengan sop sapi, sambal teri Medan, dan ditutup dengan Limoncello ini sekaligus menutup kunjungan PWKI ke KBRI Roma. Hal ini memperlihatkan bagaimana diplomasi dapat hadir melalui cita rasa yang menyatukan dua negara dalam suasana persahabatan.

“Limoncello ini harus ditaruh di freezer, bukan di kulkas biasa. Disajikan dingin seperti ini sebagai minuman penutup setelah makan untuk membantu pencernaan. Apapun cuacanya,” jelas Dubes Junimart. 

Gelar