Serabi Kalibeluk Batang, Kuliner Tradisional yang Bertahan Sejak Kerajaan Mataram Islam

Serabi Kalibeluk Batang, Kuliner Tradisional yang Bertahan Sejak Kerajaan Mataram Islam

Serabi Kelibeluk-Makansedap.id-Visit Jawa Tengah

Kesan tradisional Serabi Kalibeluk sangat kelihatan, terutama dari proses pengolahannya. Bahan-bahan yang digunakan juga mudah didapat di daerah sekitar, yakni beras, kelapa, dan gula jawa.

BACA JUGA:Menu Makanan Favorit Malam Tahun Baru, Ini Daftarnya

Rahasia kelezatan Serabi Kalibeluk terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara-cara tradisional seperti dari penggilingan beras dengan menggunakan alat modifikasi alu dan lumpang. Kemudian, cara pemasakan menggunakan tungku perapian dengan bahan bakar kayu bakar.

Proses pembuatan serabi menggunakan peralatan sederhana. Adonan kental dituang dalam wajan tanah di atas tungku. Ini merupakan daya tarik tersendiri. Para pembeli bisa datang langsung ke Kampung Kalibeluk sambil melihat proses pembuatannya atau cukup membeli di pasar tradisional.

Bagi masyarakat lokal, menyantap serabi di pagi hari sama dengan sarapan nasi karena makan satu biji saja perut sudah terasa kenyang. Harganya pun terjangkau, satu tangkup hanya Rp 15 ribu. Begitulah ciri khas jajanan tradisional: murah dan mengenyangkan.

Orang mungkin akan berpikir dan bertanya, mengapa Serabi Kalibeluk bisa terkenal dan digemari masyarakat? Padahal yang namanya serabi di mana-mana sama saja dari bahan-bahan yang disediakan sampai proses pengolahannya.

BACA JUGA:Ini Rangkaian Perayaan Acara Akhir Tahun di SCBD, Simak Daftarnya

Selain rasa yang autentik yang membedakan Serabi Kalibeluk dengan serabi-serabi lainnya adalah unsur kesejarahan dan trade mark yang sudah kelewat melekat di benak publik sehingga menimbulkan kesan istimewa. 

Misalnya, terjadi semacam proses legitimasi dalam budaya kuliner yang menimbulkan fanatisme masyarakat dalam memilih jajanan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Batang, Ulul Asmi, mengatakan Serabi Kalibeluk ini merupakan salah satu dari sepuluh produk kuliner ciri khas dari daerah ini.

"Oleh karena itu, untuk mengukuhkan makanan ini kami memproses agar Serabi Kalibeluk ini bisa memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) ke Kemenkum Provinsi Jawa Tengah," katanya.

BACA JUGA:Hotel Borobudur Jakarta Hadirkan Program Bersantap Spesial Tahun Baru

Upaya Pemerintah Kabupaten Batang untuk memperjuangkan sebuah pengakuan atas serabi ini akhirnya mendapatkan jawaban dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Tepat pada 16 November 2024, Serabi Kalibeluk resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda (WbTb) nasional.

Penetapan ini bertujuan untuk melindungi serta melestarikan kuliner tradisional yang memiliki nilai sejarah tinggi. Status ini menegaskan bahwa Serabi Kalibeluk bukan sekadar komoditas dagang melainkan simbol kearifan lokal yang wajib dijaga keasliannya oleh generasi mendatang.

"Penetapan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi pelestarian budaya lokal di Jawa Tengah. Ya, serabi Kalibeluk sudah menjadi WbTb," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Sudibyo seperti dilansir Antaranews.com yang dibaca Makansedap.id, Kamis, 1 Januari 2026.