Di Balik Aroma Menyengat, Jengkol Goreng Simpan Pesan Spiritual yang Sakral

Di Balik Aroma Menyengat, Jengkol Goreng Simpan Pesan Spiritual yang Sakral

Jengkol Goreng-Makansedap.id-YouTube

“Dalam spiritualitas, kita diajak untuk tidak menilai sesuatu hanya dari luarnya, tetapi memahami esensinya,” ujarnya.

BACA JUGA:Main ke Bandung? Ini Rekomendasi Cafe Nyaman untuk WFC

Proses pengolahan jengkol juga dinilai sarat makna. Jengkol harus melalui tahap perendaman, perebusan, hingga digoreng agar bisa dinikmati. 

Proses tersebut, lanjut Cahaya Adiwibowo, melambangkan perjalanan manusia dalam menempa diri melalui berbagai ujian sebelum mencapai kematangan batin.

Selain itu, jengkol goreng kerap menjadi lauk sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kesederhanaan ini dipandang sebagai simbol kerendahan hati dan penerimaan terhadap apa yang dimiliki. 

“Spiritualitas tidak selalu hadir dalam hal yang mewah atau rumit, tetapi justru dalam keseharian yang sering kita abaikan,” jelasnya.

BACA JUGA:Giliran Kate Winslet Ungkap Rahasia Kenikmatan Apple Crumble Favoritnya

Melalui pemaknaan tersebut, Cahaya Adiwibowo berharap masyarakat dapat lebih terbuka dalam melihat nilai-nilai kehidupan di sekitar mereka. Dia menegaskan, spiritualitas dapat ditemukan di mana saja, termasuk dari sepiring jengkol goreng yang kerap menemani makan sehari-hari.

Lapisan Spiritualitas

Cahaya Adiwibowo mengatakan, ada beberapa lapisan makna spiritualitas di balik sepiring jengkol goreng.

1. Filosofi Kulit Keras, Isi Lembut

Secara fisik, jengkol memiliki kulit yang keras dan membutuhkan proses pengolahan yang membutuhkan waktu. Hal ini melambangkan perjalanan jiwa manusia.

Pertama, ketabahan. Untuk mencapai inti puncak yang nikmat, seseorang harus sabar melewati proses pengupasan dan perendaman yang lama.

BACA JUGA:Serabi Kalibeluk Batang, Kuliner Tradisional yang Bertahan Sejak Kerajaan Mataram Islam

Esensi di balik penampilan. Jengkol sering dipandang sebelah mata karena aromanya. Namun, bagi yang memahaminya, jengkol adalah kemewahan. Ini mengajarkan kita untuk tidak menghakimi sesuatu atau seseorang hanya dari luarnya saja.